Beautiful Afternoon

Cahaya senja menunggu sang malam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Minggu, 02 Oktober 2011

Display Device

Alat – alat Output yaitu Data yang telah diproses menjadi bentuk yang berguna, Output device adalah segala macam komponen hardware yang dapat menyampaikan informasi kepada user. Output device (unit keluaran) bisa diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses.

Output device bisa di golongkan dalam empat bagian,yaitu:

1.Tulisan
2.Image
3.Suara
4.Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin(machine-readable form).

Sekarang, saya akan membahas tentang soft display dan hard display karena keduanya merupakan bagian dari output display.

Soft display adalah unit keluaran yang memberikan informasi kepada pengguna komputer dalam bentuk digital untuk hasil keluaran gambar dan tulisan.

Contoh Soft Display sebagai berikut :

1. MONITOR

Monitor merupakan unit keluaran yang memberikan informasi kepada pengguna komputer.

Tipe-tipe monitor yang sudah dikenal adalah :

A. CGA (Color Graphic Adapter) Tipe monitor standar IBM yang mempunyai kualitas resolusi rendah. Monitor ini hanya mampu menampilkan 4 warna dalam mode grafis.

CGA (Colour Graphics Adapter). KOmputer yang dipasang monitor dapat menghasilkan tiga modus tampilan, yaitu modus teks, modus grafik resolusi tinggi (640×200 pixel) dan modus grafik resolusi menengah (320 x 200 pixel).
Dari segi output, CGA memiliki bandwidth 14,30 MHz, dengan laju penyapuan (sweep rate) horisontal sekitar 15,75 KHz dan laju penyapuan vertikal 60 Hz. Pengiriman data dari prosesor ke memori buffer mencapai 1,5 Mbit per detik.

CGA ini memiliki fasilitas light pen, output komposit, output RGB digital, palet warna 16 warna dan konektor modulator. Tetapi CGA ini tidak dapat memakai monitor RGB analog.

B. EGA (Enhanced Graphic Adapter) EGA merupakan tipe monitor yang tingkatannya di atas CGA. Monitor ini mampu menampilkan 16 warna dalam mode grafis.

B. EGA (Enhanced Graphics Adapter). Resolusi yang dihasilkan EGA mencapai 640 X 350 pixel. Dengan membuat resolusi vertikal yang lebih tinggi, akan dapat dihasilkan garis miring yang lebih sempurna.

EGA dapat menampilkan 16 warna sekaligus.EGA memiliki fasilitas light per, output RGB digital, palet warna 64 warna. Tetapi EGA ini tidak memiliki output komposit dan tidak dapat memakai monitor RGB analog.




C. EPGA (Enchanced Professional Graphic Adapter) Monitor ini mampu menampilkan 256 warna pada mode grafis. Monitor ini disebut juga sebagai monitor PEGA atau PGA.

PGA monitor komputer adalah tipe yang apa yang pertama kali diperkenalkan di pasar pada tahun 1984. PGA monitor komputer atau juga dikenal sebagai Graphics Adapter Profesional yang memiliki konektor 9-pin. PGA monitor komputer adalah tipe lama monitor diperkenalkan pada awalnya di 80, tapi satu yang sangat efisien dan berguna.

D. VGA (Visual Graphic Adapter) VGA merupakan tipe monitor yang sekarang banyak digunakan. Gambar yang dihasilkan mempunya warna sampai jutaan. Mode grafisnya tampak lebih nyata di mata.

VGA mampu mengemulasi fungsi CGA dan EGA. Dalam Tampilan grafik resolusi tinggi, VGA dapat menghasilkan resolusi 640 x 480 pixel. Tetapi untuk tampilan monochrom, dapat dihasilkan resolusi 720 x 400 pixel.

Dari segi output, VGA memiliki bandwith 28 MHz, dengan laju penyapuan horizontal sekitar 31, 5 KHz, dan laju penyapuan vertikal sampai 70 Hz.

VGA tidak memiliki fasilitas light pen, output RGB digital, output komposit, tetapi memiliki palet warna 256 warna dan dapt memakai monitor RGB analog.



E. LCD (Liquid Crystal Display) LCD dikenal sebagai monitor flat atau latar data dengan resolusi rendah, yang memiliki kemampuan menampilkan warna sampai jutaan. LCD menggunakan persenyawaan cair yang mempunyai struktur molekul polar dan diapit oleh dua elektode yang transparan.


Cara Kerja Monitor LCD :

Pada sebuah panel LCD berwarna, setiap pixel terdiri atas tiga buah cell kristal cair. Setiap ketiga cell tersebut memiliki filter merah, hijau, atau biru (red-green-blue/RGB). Sinar yang melewati cell yang terfilter tersebut akan menciptakan warna yang Anda lihat pada LCD. Kadang-kadang sistem yang mengirimkan arus listrik pada satu cell atau lebih tidak berjalan dengan baik; kejadian tersebut menimbulkan adanya pixel yang gelap dan "rusak".




F. LED


LED (Light Emulting Diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai, dan bisa juga ultraviolet dekat atau inframerah dekat.


Cara Kerja Monitor LED


LED menggunakan cahaya pancaran diode (light emitting diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menajdi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic dibandingkan televisi LCD. Televisi LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi.






2. Proyektor : Proyektor merupakan suatu alat yang dapat menampilkan suatu laporan. Proyektor biasanya digunakan dalam sebuah presentasi baik dalam kelas maupun meating suatu pekerjaan. Dengan menggunakan proyektor seseorang mengontrol suatu data yang ingin ditampilkan. Proyektor juga dapat mempermudah audioens dalam melihat suatu laporan.







Disini saya akan menguraikan sedikit tentang cara kerja Proyektor LCD. Proyektor LCD bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh panel-panel LCD. Panel ini dibuat terpisah berdasarkan warna-warna dasar, merah, hijau dan biru (R-G-B). Sehingga terdapat tiga panel LCD dalam sebuah proyektor. Warna gambar yang dikeluarkan oleh proyektor merupakan hasil pembiasan dari panel-panel LCD tersebut yang telah disatukan oleh sebuah prisma khusus. Gambar yang telah disatukan tersebut kemudian dilewatkan melalui lensa dan di”jatuh”kan pada layar sehingga dapat dilihat sebagai gambar utuh. Gambar yang dihasilkan proyektor LCD memiliki kedalaman warna yang baik karena warna yang dihasilkan olah panel LCD langsung dibiaskan lensa ke layar. Selain itu gambar pada proyektor LCD juga lebih tajam dibandingkan dengan hasil gambar proyektor DLP. Kelebihan lain dari LCD adalah penggunaan cahaya yang lebih efisien sehingga dapat memproduksi “ansi lumens” yang lebih tinggi dibandingkan proyektor dengan teknologi DLP. Sedangkan kelemahan teknologi LCD adalah besar piksel yang terlihat jelas di gambar. Ini yang menyebabkan teknologi LCd kurang cocok untuk memutar film karena akan terasa seperti melihat film dari balik mata yang terhalang “selaput katarak”.

3. Overhead Proyektor /OHP : Over Head Projectror adalah benda yang berguna untuk melihat bayangan gambar diapositif seperti yang umumnya digunakan untuk presentasi di kelas.

BAGIAN POKOK OHP DAN CARA KERJANYA

Saat ini, walaupun banyak type dan merk OHP yang digunakan, namun bagian-bagian pokok OHP tersebut prinsipnya sama. dibawah ini akan dijelaskan bagian pokok OHP dan cara kinerjanya:

= Kepala proyektor (proyektor head), yaitu suatu bagian yang berisi lensa-lensa objektive dan kaca pemantul untuk mengarahkan sinar ke arah layar.

= Pengontrol fokus, dengan memutar-mutar bagian ini kepala proyektor bergerak naik / turun untuk memperjelas gambar di layar.

= Tempat transparan benda yang akan diproyeksikan.

= Lensa frensell yaitu kondensor khusus yang berguna untuk memusatkan cahaya yang memancar dari lampu ke arah kepala proyeksi

= Scroll/ rol penggulung transparan.

= Pemantul

= Kipas pendingin

= Rumah badan/ badan proyektor

= Switch/ sakelar pengatur untuk menghidupkan atau mematikan lampu dan motor pada kipas.



Hard Display adalah unit keluaran yang memberikan informasi kepada pengguna komputer dalam bentuk real (nyata) untuk hasil keluaran gambar atau tulisan.

Contoh Hard Display sebagai berikut :

1. Printer : Printer adalah sebuah alat yang bisa mencetak teks dan gambar pada kertas. Printer mempunyai dua sambungan. Pertama, dipasang di komputer bagian belakang dan berfungsi untuk menerima sinyal dari komputer. Sambungan ini terhubung pula ke motherboard.kedua kabel listrikyang dipasang pada stopkontak yang terpisah.

Tipe-tipe Printer Berdasarkan pekembangan teknologinya :

Pin dot matrix diklasifikasikan berdasarkan jumlah pin yang dimiliki oleh head printer, yaitu 9, 18 dan 24. Transmisi yang digunakan, yaitu transmisi paralel (byte-by-byte) dan transmisi serial (bit-by-bit transmission). Metode pencetakan terdiri dari huruf per huruf(characeter by character), baris per baris (line by line), atau halaman per halaman (page by page). Secara umum printer yang umum digunakan terdiri dari tiga jenis, yaitu:

1. Dot matrix, contohnya Epson LX-300, LX-800, LQ-1170


2. Inkjet, contohnya Hp Deskjet, Cannon Buble jet

3. Laser jet, contohnya HP Laser jet 1000, 1010, 1020

2. Plotter : Plotter digunakan untuk mencetak gambar ukuran yang cukup besar, seperti gambar mesin dan konstruksi bangunan.

3. Printer FAX : FAX (kependekan dari faksimili, dari bahasa Latin fac simile, “membuat sama”, yaitu “membuat salinan”) adalah sebuah telekomunikasi teknologi yang digunakan untuk mentransfer salinan (Faksimili) dokumen dalam bentuk teks print out dan sedikit berbeda dari printer komputer, terutama yang beroperasi menggunakan perangkat terjangkau melalui telepon jaringan. Perangkat ini juga dikenal sebagai telecopier di industri tertentu. Saat mengirim dokumen kepada orang-orang pada jarak yang cukup jauh.

Referensi :

http://7sovanz.ngeblogs.com/2009/11/03/alat-alat-input-output/

http://teknisi-ahmadkomputer.blogspot.com/2011/05/3-output-device-unit-keluaran.html

http://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi (untuk mencari gambar)

Pengantar Sistem Komputer – Bab 4 – Penerbit Gunadarma

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.highdisplay.com/pga-computer-monitor/&ei=cv-MTtqQFcOtrAeD2Pz0AQ&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=6&ved=0CEsQ7gEwBQ&prev=/search%3Fq%3Dmonitor%2BPGA%2Badalah%26hl%3Did%26biw%3D1366%26bih%3D569%26prmd%3Dimvns

www.google.com

Jumat, 23 September 2011

TUGAS 1 (SOFTSKILL=BAHASA INDONESIA)

Cara Mengatasi Error: 3 Ketika Melakukan Update Google Chrome

Ditulis oleh Gus Adit pada 5 July 2011

Beberapa hari yang lalu seorang pengunjung Dunia Komputer, Miftah, berkomentar di artikel cara update Google Chrome. Pada komentarnya Miftah mengatkan menglami error ketika melakukan update Google Chrome seperti yang saya sebutkan pada artikel tersebut. Berikut kutipan komentar dari Mitfah:

mas kalo di jendela aboutnya ada text update server not available [error: 3]. Tombol buat updatenya gak ada itu gimana? Sekarang saya pake chrome versi 10.00 dan saya baca di blognya chrome udah ada yg versi 12nya.
mohon penjelasanyya thx

Saya mencoba mencari informasi mengenai error 3 saat update Google Chrome ini pada halaman support Google Chrome dan kebetulan ada penjelasan mengenai error ini beserta cara mengatasinya. Berikut penjelasan mengenai masalah update server not available [error: 3] ketika update Google Chrome.

Penyebab munculnya update server not available [error: 3] saat update Google Chrome
Menurut support Google Chrome, error: 3 saat melakukan update Google Chrome terjadi karena Google Chrome gagal berkomunikasi dengan Google Update. Ada dua penyebab terjadinya error ini yaitu:

  1. Google Update (GoogleUpdate.exe) yang berfungsi melakukan update Google Chrome tidak teregister ke system dengan baik.
  2. Bagi Anda pengguna Windows 7 atau Windows Vista mungkin saja telah mengatur Google Chrome agar selalu run as administrator.

Namun setelah saya pelajari kemungkinan besar penyebabnya adalah hanya pada poin pertama yaitu oleh karena Google Update (GoogleUpdate.exe) yang berfungsi melakukan update Google Chrome tidak teregister ke system dengan baik. Kenapa saya beranggap seperti itu? Sebab setelah saya coba menjalankan Google Chrome dengan cara run as admninistrator, Google Chrome masih bisa saya update.

Cara mengatasi update server not available [error: 3] saat update Google Chrome
Seperti yang saya sebutkan tadi, kemungkinan penyebab terbesar google chrome mengalami [error:3] saat update adalah karena Google Update tidak teregister dengan baik. Untuk mengatasinya Anda bisa mencoba solusi berikut:

  1. Pertama coba buka Windows Explorer. Kemudian buka folder pada path berikut:
    C:\Users\USERNAME_ANDA\AppData\Local\Google\Update\ (untuk Windows 7 dan Vista)
    C:\Documents and Settings\USERNAME_ANDA\Local Settings\Application Data\Google\Update\ (untuk Windows XP)

Catatan:

    • Ganti huruf C dengan huruf drive tempat Windows Anda terinstal. Misalnya Windows Anda terinstall di drive D:, maka pathnya menjadi:
      C:\Users\USERNAME_ANDA\AppData\Local\Google\Update\
    • Ganti USERNAME_ANDA dengan Username yang Anda gunakan di komputer. Misalnya seperti saya menggunakan username Adit, maka path-nya menjadi:
      C:\Users\Adit\AppData\Local\Google\Update\
  1. Periksa pada folder yang saya disebutkan diatas, apakah Anda menemukan file bernama GoogleUpdate.exe atau GoogleUpdateOnDemand.exe.

Jika tidak ada, solusinya adalah Anda harus menginstall ulang Google Chrome.
Jika file ini ada, lanjutkan ke langkah ke-3.

  1. Jika file GoogleUpdate.exe atau GoogleUpdateOnDemand.exe ada pada direktori yang saya sebutkan pada poin 2 tadi, mungkin saja key Google Update di registry hilang. Untuk itu lakukan langkah berikut:
    • Buka Registry Editor dengan cara klik Start » Run. Ketik “regedit” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.
    • Di jendela Registry Editor buka path:
      HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{2F0E2680-9FF5-43C0-B76E-114A56E93598}\LocalServer32
    • Kemudian di jendela sebelah kanan lihat pada value Default. Isi dari value Default ini seharusnya adalah path dari GoogleUpdate.exe atau GoogleUpdateOnDemand.exe. Contohnya, jika Anda pengguna Windows 7, isi dari value ini adalah:
      “C:\Users\USERNAME_ANDA\AppData\Local\Google\Update\GoogleUpdate.exe”
      (ganti USERNAME_ANDA dengan username yang Anda gunakan di komputer).
    • Jika value-nya tidak sesuai maka ganti value tersebut dengan path dari GoogleUpdate.exe atau GoogleUpdateOnDemand.exe dengan cara klik 2 kali (double click) pada value default tersebut. Pada jendela Edit String yang muncul isi dengan path dari GoogleUpdate.exe atau GoogleUpdateOnDemand.exe. Contohnya di komputer saya dengan username Adit dan file GoogleUpdate.exe maka value yang saya ini adalah:
      “C:\Users\Adit\AppData\Local\Google\Update\GoogleUpdate.exe”.
      Jangan lupa menyertakan tanda kutip di awal dan di akhir path. Selanjutnya klik OK.

Sekarang coba untuk melakukan update Google Chrome dengan cara yang saya berikan di tutorial cara update Google Chrome. Semoga berhasil!

Sumber: Google Chrome Help

=> Analisa :

Dari kutipan artikel diatas, dapat kita lihat bahwa terdapat kata-kata asing di dalamnya. Walaupun demikian, tetapi artikel diatas masih memiliki rasa Kesetian Berbahasa Indonesia karena perbandingan antara kata asing dan kata bahasa Indonesia masih sangat besar presentasinya untuk bahasa Indonesia. Artikel diatas merupakan artikel Dunia Komputer. Di dalam Dunia Komputer memang kebanyakan di dominasi dengan bahasa asing karena pencipta dari Komputer itu sendiri berasal dari negara lain sehingga bahasa pengantar yang digunakan pun bahasa asing.

Dalam artikel diatas terdapat beberapa kata asing, diantaranya adalah error, support, path, versi, update,value, tutorial, key ,install. Kata-kata tersebut memang lebih terdengar familiar di dunia Komputer. Tertapi secara keseluruhan si Penulis artikel masih tetap Setia Berbahasa Indonesia dengan lebih banyaknya bahasa Indonesia yang dipakai dalam penulisannya, karena memang tulisannya dibuat untuk orang yang berbahasa Indonesia tapi tidak menutup kemungkinan orang asing pun membaca artikelnya. Si penulis artikel mencerminkan orang yang setia terhadap bahasa Indonesia, akan tetapi alagkah lebih bagus bila kata-kata asing dalam artikelnya memakai bahasa Indonesia seluruhnya kecuali kata-kata asing yang memang sudah ada di dalam Dunia Komputer itu sendiri. Seperti contoh kalimat “Cara Mengatasi Error” dapat diganti dengan “Cara Mengatasi Kesalahan”.